Penanganan Limbah B3

Penggunaan bahan kimia memang sangat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di bidang medis dengan penggunaannya dalam obat-obatan saja, namun juga dalam cat, produk pembersih, produk perawatan tubuh (body treatment product), bahkan dalam bahan pangan yang biasanya berpengawet dan yang sudah lumrah dipakai ataupun dikonsumsi di aktivitas keseharian.

Produk pembersih seperti misalnya detergen untuk mencuci baju, pembersih lantai, sabun cuci dan pengilap kendaraan, dan seterusnya. Sementara produk perawatan tubuh misalnya saja sabun mandi, pasta gigi, obat keramas atau sampo, pelembap tubuh (body lotion), dan sebagainya.

Benda-benda tersebut sudah lazim digunakan dalam kegiatan sehari-hari sehingga kita tidak menyadari bahwa benda-benda kecil tersebut memberikan dampak buruk bagi alam dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Ekosistem alam pun semakin terancam bila manusia terus-menerus melakukan pengrusakan, apalagi dengan buangan limbah kimiawi dan logam berat yang termasuk ke dalam golongan B3.

Definisi dan Ciri Limbah B3;

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) adalah limbah yang tergolong dapat merusak dan mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan dan bahkan jiwa manusia. Limbah B3 ini biasanya dihasilkan oleh limbah industri (pabrik), pertambangan, rumah sakit (medis), dan laboratorium.

Ciri-ciri limbah yang termasuk ke dalam B3, antara lain memiliki unsur bahan yang gampang meledak dan terbakar atau flammability, memiliki sifat reaktif atau reactivity, bersifat korosif (bahan kimia yang dapat mengikis jaringan organ secara peradangan) atau corrosivity, beracun atau toxicity, menimbulkan infeksi dan menyebabkan iritasi, dan sejenisnya yang bila diuji serta dianalisis secara toksikologi (ilmu tentang zat kimia berbahaya) dapat diketahui termasuk limbah B3.

Pengelolaan dan Pengolahan Limbah B3;

Sampah dan limbah selain limbah B3 dapat ditangani dengan metode pengelolaan dan pengolahan 3R, yaitu reduce atau mengurangi, reuse atau menggunakan kembali, dan recycle atau mendaur ulang. Namun untuk limbah B3, jelaslah memerlukan penanganan khusus supaya tidak menjadi polutan. Tujuan penanganan limbah B3 tentunya untuk mengurangi limbah anorganik sehingga pada akhirnya tidak menimbulkan polusi bagi alam serta tidak merusak ekosistem alam, juga tidak mengganggu kesehatan dan tidak mematikan bagi manusia.

Penanganan ini bisa dilakukan oleh unit atau pihak pelaku kegiatan industri itu sendiri, yaitu on-site treatment, maupun oleh pihak lain, yaitu off-site treatment. Menangani limbah B3 harus mencakup langkah-langkah berikut: mengumpulkan, mengangkut, memanfaatkan, mengolah, dan menimbun.

Metode perlakuan atau treatment terhadap limbah B3 diterapkan sesuai dengan karakteristik dan unsur kandungan limbah. Cara pengelolaan dan pengolahan limbah B3 melalui perlakuan, yaitu dengan proses kimia yang mencakup redoks (reaksi kimia yang menyebabkan beralihnya elektron ke atom atau ke molekul lain), elektrolisasi, netralisasi, pengendapan, stabilisasi, adsorpsi (proses melekatnya molekul atau ion pada permukaan zat padat), penukaran ion, dan pirolisasi.

Proses fisika yang mencakup tahap-tahap membersihkan gas, memisahkan cairan, dan menyisihkan segenap komponen spesifik melalui metode metode kristalisasi, dialisa, osmosis balik, dan lain-lain. Proses solidifikasi atau stabilisasi demi mengurangi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara melakukan pembatasan terhadap daya larut, penyebaran, dan daya racun. Ini dilakukan sebelum limbah sampai ke pembuangan dan penimbunan akhir (disposal).

Proses insinerasi, yang dilakukan dengan cara pembakaran materi limbah memakai alat khusus insinerator. Namun, tentu saja tidak semua proses tersebut harus diperlakukan terhadap satu jenis limbah B3, melainkan proses pengelolaan dan pengolahan dipilih dengan cara terbaik sesuai dengan jenis dan material limbah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>