Hemat Energi dengan Menggunakan Charger tanpa Listrik

Listrik merupakan salah satu penemuan penting terkait dengan ketersediaan dan managemen energi dalam jangka panjang; menjadi salah satu bentuk energi tergantikan, listrik memberikan alternatif bagi umat manusia untuk mendapatkan sumber energi selain sumber energi fosil yang telah lebih dahulu populer dalam penggunaannya.

Saat ini; hampir semua orang tidak dapat dipisahkan dari listrik, begitu banyak alat yang digunakan untuk membantu atau mendukung kegiatan manusia yang menggunakan listrik sebagai sumber energinya. Sebut saja televisi, komputer atau telepon genggam; semuannya menggunakan energi listrik untuk membuat alat – alat tersebut bekerja.

Meskipun listrik merupakan energi yang dapat diperbarui, namun menghemat listrik tetaplah sebuah tindakan atau perilaku bijak yang selayaknya dilakukan dan dikembangkan di semua kalangan masyarakat.

Penciptaan alat hemat listrik atau teknologi yang terkait dengan penghematan penggunaan listrik merupakan bagian besar dari perkembangan teknologi ramah lingkungan. Peneliti dan pelaku industri mulai cukup banyak berkonsentrasi pada penciptaan, pengembangan dan produksi berbagai alat hemat listrik sebagai bagian dari kampanye ramah lingkungan.

Selain itu; kesadaran publik untuk menghemat energi juga menjadi bagian penting dari proses pengembangan, penelitian dan produksi berbagai alat ramah lingkungan. Publik selaku konsumen juga telah mulai sadar dan menggemari produk ramah lingkungan; termasuk di dalamnya adalah piranti elektronik hemat listrik ataupun piranti bebas polusi.

Penggunaan sumber energi dari alam seperti tenaga matahari ataupun angin sebagai sumber energi listrik mulai dilirik dengan berbagai temuan penting piranti berbasis tenaga listrik yang ramah lingkungan.

Charger tanpa Koneksi pada Instalasi Listrik.

Beberapa piranti populer seperti komputer laptop, telepon genggam hingga pemutar musik atau video portable menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari kebanyakan manusia. Semua alat tersebut membutuhkan listrik sebagai sumber energi mereka dan kebanyakan menggunakan batterai atau sel penyimpan energi listrik sebagai solusi mendapatkan energi unutk mengoperasikannya.

Batterai atau sel penyimpan energi tersebut akan mengalami cadangan energi yang berkurang dan perlu diisi dengan menggunakan alat bernama charger. Teknologi charger atau catu daya listrik ini menjadi bagian dari penelitian dan pengembangan banyak peneliti ataupun pelaku industri; telah ada penemuan dan pengembangan charger yang menggunakan sumber energi listrik mandiri atau alternatif sebagai solusi mengisi batterai berbagai alat atau piranti elektronik.

Salah satunya adalah charger yang mendapatkan energi dari energi gerak yang dihasilkan oleh sebuah yoyo. Pengguna charger ini hanya perlu memainkan yoyo untuk mendapatkan sumber energi bagi sebuah charger telepon genggam. Dengan satu menit permainan yoyo maka sebuah baterai telepon genggam dapat terisi; ini merupakan teknologi alternatif bagi penghematan energi listrik.

Charger Tenaga Angin dan Tenaga Surya.

Sumber energi lain yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik adalah angin dan sinar matahari; kedua sumber energi tersebut cukup lazim digunakan untuk mendapatkan energi listrik dengan daya yang cukup besar.

Charger bernama Mini Wiz dan HyMini merupakan beberapa charger baterai yang memanfaatkan energi angin untuk mengisi listrik pada sebuah baterai. Charger ini memiliki konsep yang serupa dengan charger yang memanfaatkan gerakan berputar sebuah yoyo; namun pada kasus ini gerakan berputar yang digunakan untuk membangkitkan listrik bersumber dari angin.

Teknologi charger ramah lingkungan lain adalah penggunaan sel surya yang diintegrasikan dengan sebuah charger untuk mengisi baterai. Sebuah charger untuk perangkat iPod dirancang dengan panel surya berdaya 6 watt yang menggunakan terminal USB sebagai media mengisi baterai sebuah iPod.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>