Mengubah Sampah Menjadi Pupuk Kompos

Sampah adalah masalah yang pelik yang hingga saat ini masih menjadi dilemma. Masalah sampah semakin diperparah oleh ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Terbukti masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, bahkan di sungai.

Padahal, membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan terjangkitnya berbagai macam penyakit, bahkan dapat memicu terjadinya bencana banjir. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, sampah menjadi semakin banyak dan menumpuk, namun tidak banyak masyarakat yang menyadarinnya.

Penumpukan sampah ini juga terjadi karena belum adanya pengelolaan sampah yang memadai. Jika hal ini terjadi terus menerus, bisa-bisa beberapa tahun lagi lingkungan kita akan dipenuhi oleh sampah. Mengerikan sekali. Tentunya kita tidak ingin hidup berdampingan dengan sampah, bukan?

Untuk itu, agar hal tersebut tidak terjadi, kita sebagai warga masyarakat yang peduli lingkungan harus berupaya untuk menanggulangi menumpuknya jumlah sampah tersebut. Lalu, bagaimanana caranya?

Mengelola Sampah Menjadi Pupuk.

Hal paling sederhana dalam mengelola sampah adalah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Yang dimaksud sampah organik adalah sampah yang mudah terurai, seperti daun-daunan kering, sisa makanan, sisa sayuran, sisa buah-buahan, sampah dapur dan lain sebagainya. Sementara sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai seperti plastik, kaleng, besi, dan lain sebagainya.

Selain mengelola sampah, kita juga bisa mengubah sampah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat atau bernilai ekonomis. Misalnya saja dengan mendaur ulang sampah anorganik menjadi barang yang layak jual seperti tas, tempat pensil, vas bunga, dan lain-lain.

Sedangkan sampah organik bisa juga diolah menjadi bahan pupuk organik, produksi bioethanol maupun produksi biogas. Untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, caranya tidaklah sulit dan bisa kita lakukan sendiri. Berikut ini adalah cara mudah membuat pupuk kompos dari sampah organik:

  1. Siapkan bak plastik bekas, karung goni dan tanah atau paving block.
  2. Rajanglah sampah organik terlebih dahulu, hal ini bermaksud agar proses pengomposan lebih cepat dan sempurna. Setelah itu, campurkan sampah organik yang sudah dirajang dengan sampah kotoran hewan ke dalam bak yang bagian bawahnya ditutupi tanah atau paving block. Jangan lupa beri lubang pada bak agar kelebihan air dapat meresap ke tanah.
  3. Tambahkan satu lapisan tanah di atasnya, dan campurkan.
  4. Ulangi langkah 2 dan 3 untuk menambah lapisan berikutnya.
  5. Tutup bak dengan karung goni atau anyaman bambu.
  6. Setelah satu minggu, buka penutup bak lalu aduklah campuran pupuk kompos tersebut. Setelah itu bak ditutup lagi. Proses ini bisa dilakukan setiap seminggu sekali.
  7. Untuk mempercepat proses pengomposan, dapat juga ditambahkan bio-activator cair atau padat.
  8. Jika campuran pupuk tersebut sudah berwarna kehitaman, dan sudah tidak menimbulkan bau sampah lagi, itu artinya proses pengomposan sudah selesai. Proses ini biasanya memakan waktu 4-6 minggu.

Manfaat Mengelola Sampah Menjadi Kompos.

Pupuk kompos adalah pupuk yang ramah lingkungan daripada pupuk pada umumnya yang mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya jika digunakan secara berlebihan. Dengan mengelola sampah dan mengubahnya menjadi pupuk kompos, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan.

Selain dapat mengurangi penumpukan jumlah sampah, pupuk kompos juga sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanah sehingga tanaman akan tumbuh subur. Dengan mengelola sampah menjadi pupuk kompos, secara tidak langsung kita telah berperan dalam menanggulangi timbulnya bibit penyakit dan mencegah terjadinya banjir. Mari selamatkan bumi kita mulai dari sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>