Hutan Sumber Penghidupan

Tentu istilah illegal logging tidak lagi menjadi suatu hal yang tidak familiar di telinga anda. Illegal logging atau yang dalam bahasa Indonesia berarti pembalakkan hutan secara liar/ ilegal memang telah marak terjadi sekarang ini.

Tidak hanya Indonesia yang menjadi korban namun juga banyak negara, seperti Brazil, Canada, Cameroon, Rusia, Kenya, dan lain – lain telah banyak mengalami kerugian karena penebangan hutan yang tak sesuai aturan. Imbasnya, bahkan dunia pun kini turut merasakan dampak negatifnya secara langsung.

Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Saat ini kebutuhan akan penggunaan kayu dan kertas sungguh sangat meningkat. Akibatnya peningkatan permintaan tersebut mengarah pada pengelolaan hutan yang tidak berkelanjutan atau dengan kata lain, pembabatan hutan berlangsung terlalu cepat dan tidak sebanding dengan proses reboisasinya.

Sebenarnya telah ada hukum baik nasional maupun internasional yang membatasi setiap pengusaha ataupun penebang hutan untuk memenuhi permintaan operasionalnya. Akan tetapi, seperti kata pepatah orang – orang bebal yang mana peraturan dibuat untuk dilanggar, banyak pula terjadi penyelewengan terhadap ijin dalam menebang hutan.

Pembalakan liar selain terjadi untuk memenuhi permintaan kayu, kertas, dan produk lainnya, juga terjadi ketika ditemukan pembumi hangusan hutan demi pembuatan lahan kelapa sawit yang illegal.

Perusakan lingkungan hidup ini telah menjadi ancaman yang serius bagi kehidupan hutan, manusia, dan hewan liar. Kasus global warming yang semakin menjadi buah bibir akhir – akhir ini merupakan salah satu imbas dari gundulnya hutan – hutan di dunia.

Selain itu, kehidupan hewan – hewan liar yang tinggal di hutan pun dapat selalu dibayang – bayangi oleh kepunahan. Orang – orang pedalaman yang menggantungkan hidupnya akan keberadaan hutan pun lambat laun akan semakin kesulitan dan terdesak dari hutan tempat tinggalnya sendiri.

Kerugian Finansial.

Anda perlu ketahui pula bahwa pembalakan hutan liar tidak hanya menimbulkan masalah lingkungan hidup tapi juga kerugian secara finansial. Negara pun akan turut menderita kerugian secara keuangan. Pendapatan yang seharusnya masuk ke dalam kas negara lewat bea dan pajak penebangan hutan menjadi tidak tercatat dan akan lolos ke pasaran begitu saja.

Harga kayu ataupun produk olah kayu di pasaran akan ikut anjlok karena masuknya produk – produk kayu yang tidak ilegal dan tidak dikenakan pajak. Tentu saja hal ini akan sangat berimbas pada pengusaha – pengusaha legal yang menjual produknya di pasar.

Data yang dikeluarkan oleh WWF pun menunjukan bahwa harga kayu global turun sekitar 7% hingga 16% bergantung pada produknya. Data Bank Dunia juga menyatakan bahwa pasar global menderita kerugian 10 miliar dollar setiap tahunnya karena illegal logging. Kerugian tersebut belum ditambah oleh kerugian yang diderita tiap – tiap negara yang mengalami illegal logging.

Kerugian Sosial.

Suku – suku pribumi yang tinggal di hutan dan menggantungkan kehidupannya di hutan akan terkena dampak langsung dari penggundulan hutan ini. Tempat mereka untuk tinggal dan bertahan hidup akan semakin berkurang dan akhirnya mengancam kelangsungan hidup mereka.

Selain itu, warga yang bekerja dalam menebang hutan pun sebenarnya turut menderita kerugian. Pihak perusahaanlah yang akan meraup untung lebih banyak.

Penghasilan yang mereka dapatkan dari setiap kubik kayu tidak sebanding dengan kerugian yang akan mereka rasakan di kemudian hari karena lingkungan yang semakin terkikis. Perusahaan dapat mendapatkan keuntungan hingga 50 kali lipat dibandingkan yang bisa didapatkan oleh para pekerja tersebut,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>