Object PHP

Object baru ada di PHP versi 4.

Object sama saja seperti sebuah benda yang memiliki ciri-ciri dan fungsi.

Bayangkan saja sebuah motor. Setiap motor tentu memiliki ciri-ciri tertentu. Diantara ciri-ciri tersebut yaitu merk:Honda, model:matic, kelas:110, warna:putih.

Dari contoh di atas yang dinamakan object yaitu [motor]. Sedangkan [merk, model, kelas, warna] disebut sebagai property.

Setiap property berisi sebuah value. Pada contoh di atas yang dinamakan value yaitu [Honda, matic, 110, putih].

class statement

Sebelum membuat sebuah object kita harus membuat format object atau susunan object terlebih dahulu menggunakan class statement. Code class statement berguna untuk menentukan format object.

Syntax

class nama_class {
    // Property, value dan method dari objet yang akan dibuat
};

Berikut ini kita akan membuat sebuah class:

Code PHP 1:

class motor {
    public $merk = 'Honda';
    public $model = 'matic';
    public $kelas = 110;
    public $warna = 'putih';
};

Pada code di atas kita membuat sebuah class yang bernama [motor]. Code class statement di atas berisi property dan value. Property dan value tersebut secara otomatis ada pada object yang akan kita buat menggunakan class motor.

Value pada object disebut sebagai property value. Pada code di atas yang dinamakan property value yaitu [Honda, matic, 110, putih].

Sedangkan yang dinamakan property yaitu [$merk, $model, $kelas, $warna].

Untuk membuat sebuah object kita membutuhkan new statement.

Syntax

$nama_object = new nama_class;

Berikut ini kita akan membuat sebuah object berdasarkan class yang sudah kita buat sebelumnya:

Code PHP 2:

<?php
class motor {
    public $merk = 'Honda';
    public $model = 'matic';
    public $kelas = 110;
    public $warna = 'putih';
};

$motorku = new motor;

var_dump($motorku);
?>

Hasil code PHP 2:

object(motor)#1 (4) { [“merk”]=> string(5) “Honda” [“model”]=> string(5) “matic” [“kelas”]=> int(110) [“warna”]=> string(5) “putih” }

Pada code di atas kita membuat sebuah object bernama [$motorku] berdasarkan class motor. Secara otomatis object [$motorku] sudah berisi property dan value yang ada di class motor.

Code var_dump() function berguna untuk menampilkan jenis data dan value.

Visibility keyword

Pada code class yang dinamakan visibility keyword adalah public, protected, dan private. Code tersebut berguna untuk menentukan ijin penggunaan property atau method yang ada di dalam sebuah class.

  • public: Bisa digunakan dimanapun, di luar class, di dalam class maupun pada turunan class tersebut.
  • protected: Hanya bisa digunakan di dalam class yang sedang digunakan atau pada turunan class tersebut.
  • private: Hanya bisa digunakan di dalam class yang sedang digunakan.

Perhatikan contoh berikut ini:

Code PHP 3:

class motor {
    public $merk = 'Honda';
    protected $model = 'matic';
    private $kelas = 110;
    private $warna = 'putih';
};

Pada class motor di atas, property $merk memiliki atribut public, property $model memiliki atribut protected, property $kelas dan $warna memiliki atribut private.

Mengakses property

Untuk mengakses property yang ada di dalam sebuah object kamu bisa menggunakan syntax berikut ini:

Syntax

$nama_object->nama_property

Symbol anak panah [->] menunjukkan object dan property yang diakses.

Bila property diakses dari luar class maka kamu bisa menggunakan syntax di atas. Namun bila property diakses dari dari dalam class maka kamu bisa mengganti syntax di atas menjadi sebagai berikut ini:

Syntax

$this->nama_property

Code $this artinya merujuk kepada nama object yang sedang digunakan.

Perhatikan contoh berikut ini:

Code PHP 4:

<?php
class motor {
    public $merk = 'Honda';
    public $model = 'matic';
    public $kelas = 110;
    public $warna = 'putih';
};

$motorku = new motor;

echo $motorku->model;
?>

Hasil code PHP 4:

matic

Pada contoh di atas kita mengakses property $model yang ada di dalam object $motorku.

Method

Selain ciri, sebuah object juga bisa memiliki fungsi.

Bayangkan sebuah motor yang bisa melakukan beberapa hal atau fungsi yaitu: start, maju, mundur, rem.

Pada contoh di atas yang dinamakan object adalah [motor]. Sedangkan fungsi seperti [start, maju, mundur, rem] disebut sebagai method.

Method adalah sebuah function yang bisa dilakukan sebuah object. Perhatikan contoh berikut ini:

Code PHP 5:

<?php
// Membuat class
class motor {
    public $merk = 'Honda';
    public $model = 'matic';
    public $kelas = 110;
    public $warna = 'putih';

    public function get_merk() {
        return $this->merk . "<br />";
    }

    public function set_merk($value_baru) {
        $this->merk = $value_baru;
    }
};

// Membuat object
$motorku = new motor;

// Menampilkan property $merk
echo $motorku->get_merk();

// Mengganti property $merk
$motorku->set_merk("Yamaha");

// Menampilkan property $merk baru setelah diganti
echo $motorku->get_merk();
?>

Hasil code PHP 5:

Honda
Yamaha

Berikut ini adalah penjelasan code di atas:

public function get_merk() {
    return $this->merk . "<br />";
}

Pada code di atas kita membuat sebuah method yang bernama get_merk(). Method get_merk() berguna untuk mengakses value dari property $merk.

Method get_merk() memiliki atribut public yang artinya method get_merk() bisa digunakan di dalam, di luar, maupun pada turunan class.

Pada code di atas kita mengakses property dari dalam class sehingga kita menggunakan code $this->merk.

Code $this artinya merujuk kepada nama object yang sedang digunakan yaitu $motorku. Sedangkan symbol anak panah [->] menunjukkan bahwa kita mengakses property $merk yang berada di dalam object $motorku.

echo $motorku->get_merk();

Pada code di atas kita menjalankan method get_merk() yang akan menghasilkan value dari property $merk. Menjalankan method hampir sama seperti menjalankan sebuah function.

public function set_merk($value_baru) {
    $this->merk = $value_baru;
}

Pada code di atas kita membuat sebuah method yang bernama set_merk(). Method set_merk() berguna untuk mengganti value dari property $merk.

$motorku->set_merk("Yamaha");

Pada code di atas kita menjalankan method set_merk() dengan parameter berisi string [Yamaha]. Code di atas akan mengubah value $merk yang lama menjadi berisi [Yamaha].

Keunggulan object

Salah satu kehebatan program object adalah object bisa dibuat secara instant. Selain itu, banyak object bisa dibuat hanya dengan satu buah class statement.

Berikut ini kita akan membuat dua buah object dari sebuah class:

Code PHP 6:

<?php
// Membuat class
class motor {
    public $merk = 'Honda';
    public $model = 'matic';
    public $kelas = 110;
    public $warna = 'putih';

    public function get_merk() {
        return $this->merk . "<br />";
    }

    public function set_merk($value_baru) {
        $this->merk = $value_baru;
    }
};

// Membuat dua buah object
$motorku1 = new motor;
$motorku2 = new motor;

// Menampilkan property $merk setiap object
echo "Merk 1 awal: " . $motorku1->get_merk();
echo "Merk 2 awal: " . $motorku2->get_merk();

// Mengganti property $merk setiap object
$motorku1->set_merk("Yamaha");
$motorku2->set_merk("Kawasaki");

// Menampilkan property $merk baru setiap object setelah diganti
echo "Merk 1 baru: " . $motorku1->get_merk();
echo "Merk 2 baru: " . $motorku2->get_merk();
?>

Hasil code PHP 6:

Merk 1 awal: Honda
Merk 2 awal: Honda
Merk 1 baru: Yamaha
Merk 2 baru: Kawasaki

Pada code di atas kita membuat dua buah object yaitu $motorku1 dan $motorku2. Kemudian property $merk dari kedua buah object itu diganti.

Magic method

Magic method adalah method yang sudah ada di PHP. Magic method aktif secara otomatis tergantung dari event yang terjadi.

Berikut ini adalah daftar magic method:

__construct(), __destruct(), __call(), __callStatic(), __get(), __set(), __isset(), __unset(), __sleep(), __wakeup(), __toString(), __invoke(), __set_state(), __clone() and __debugInfo()

Penulisan magic method diawali dengan dua buah garis bawah.

__construct()

Magic method __construct() adalah method yang aktif secara otomatis saat sebuah object dibuat.

Syntax

public function __construct() {
    // Code yang akan dijalankan
}

Berikut ini adalah contoh penggunaan __construct():

Code PHP 7:

<?php
class motor {
    public $merk = 'Honda';

    public function __construct() {
        echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
    }
};

$motorku = new motor;
?>

Hasil code PHP 7:

Code class motor dijalankan!

Magic method __construct() yang kita gunakan di atas berisi code yang akan menampilkan pesan bahwa code class motor telah dijalankan.

Magic method __construct() di atas secara otomatis dijalankan saat object $motorku dibuat menggunakan new statement.

Code __CLASS__ adalah sebuah magic constant. Code __CLASS__ berguna untuk menghasilkan nama class yang sedang digunakan.

__destruct()

Magic method __destruct() adalah method yang aktif secara otomatis saat sebuah object dihapus.

Syntax

public function __destruct() {
    // Code yang akan dijalankan
}

Berikut ini adalah contoh penggunaan __destruct():

Code PHP 8:

<?php
class motor {
    public $merk = 'Honda';

    public function __construct() {
        echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
    }

    public function __destruct() {
        echo "Object dari class " . __CLASS__ . " telah dihapus!<br />";
    }
};

$motorku = new motor;

echo "Akhir dari file.<br />";
?>

Hasil code PHP 8:

Code class motor dijalankan!
Akhir dari file.
Object dari class motor telah dihapus!

Magic method __destruct() yang kita gunakan di atas berisi code yang akan menampilkan pesan bahwa object yang dibuat menggunakan class motor telah dihapus.

Semua value yang disimpan oleh PHP saat script berakhir akan terhapus secara otomatis termasuk di dalamnya variabel dan object. Magic method __destruct() di atas secara otomatis dijalankan saat object $motorku telah dihapus.

Selain saat script selesai, magic method __destruct() juga bisa diaktifkan menggunakan unset() function.

Code unset() function berguna untuk menghapus variabel dan juga object.

Code PHP 9:

<?php
class motor {
    public $merk = 'Honda';

    public function __construct() {
        echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
    }

    public function __destruct() {
        echo "Object dari class " . __CLASS__ . " telah dihapus!<br />";
    }
};

$motorku = new motor;

unset($motorku);

echo "Akhir dari file.<br />";
?>

Hasil code PHP 9:

Code class motor dijalankan!
Object dari class motor telah dihapus!
Akhir dari file.

Pada contoh di atas, magic method __destruct() diaktifkan saat object $motorku dihapus menggunakan unset() function.

Lihat web php.net untuk daftar lengkap magic method.

Mewariskan class

Method dan property yang berada di dalam sebuah class bisa diwariskan ke sebuah class baru menggunakan extends keyword.

Class awal atau class utama disebut sebagai parent class sedangkan class baru atau class turunan disebut sebagai child class.

Syntax

class nama_class_baru extends nama_class_awal {
    // Property dan method baru
}

Berikut ini adalah contoh penggunaan extends keyword:

Code PHP 10:

<?php
// Membuat class awal
class class_awal {
    public $prop1 = "Property dari class_awal!";

    public function __construct() {
        echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
    }
};

// Membuat class turunan
class class_baru extends class_awal {
    public function method_baru() {
        echo "Method baru dari class: " . __CLASS__ . ".<br />";
    }
};

// Membuat object dari class turunan
$object_baru = new class_baru;

// Menjalankan method dari class turunan
$object_baru->method_baru();

// Menampilkan property $prop1
echo $object_baru->prop1;
?>

Hasil code PHP 10:

Code class class_awal dijalankan!
Method baru dari class: class_baru.
Property dari class_awal!

Berikut ini adalah penjelasan contoh di atas:

class class_awal {
    public $prop1 = "Property dari class_awal!";

    public function __construct() {
        echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
    }
};

Pada code di atas kita membuat class class_awal yang berisi sebuah property $prop1 dan sebuah method __construct().

class class_baru extends class_awal {
    public function method_baru() {
        echo "Method baru dari class: " . __CLASS__ . ".<br />";
    }
};

Pada code di atas kita membuat sebuah class turunan bernama class_baru. Class class_baru adalah turunan dari class class_awal. Sebagai turunan maka class class_baru secara otomatis memiliki property dan method yang ada di class class_awal.

$object_baru = new class_baru;

Pada code di atas kita membuat sebuah object bernama $object_baru berdasarkan class class_baru. Object $object_baru memiliki semua property dan method yang ada di class class_awal dan class class_baru.

Pada saat $object_baru dibuat, method __construct() yang ada di class class_awal secara otomatis dijalankan. Teknisnya adalah sebagai berikut:

  1. Class class_awal mewariskan method __construct() ke class class_baru. Class class_baru memiliki method __construct() yang ada di class class_awal.
  2. Object $object_baru dibuat berdasarkan class class_baru. Method __construct() dijalankan secara otomatis saat $object_baru dibuat.
$object_baru->method_baru();

Pada code di atas kita menjalankan method method_baru().

echo $object_baru->prop1;

Pada code di atas kita mengakses property $prop1. Teknisnya adalah sebagai berikut:

  1. Class class_awal mewariskan property $prop1 ke class class_baru. Class class_baru memiliki property $prop1 yang ada di class class_awal.
  2. Object $object_baru dibuat berdasarkan class class_baru.
  3. Property $prop1 yang sudah ada di class class_baru diakses menggunakan code $object_baru->prop1.

Mengubah property dan method yang diwariskan

Untuk mengubah property dan method yang diwariskan dari class awal ke class turunan kamu hanya perlu membuat property dan method yang sama pada class turunan. Selanjutnya property atau method yang sama pada class turunan secara otomatis akan menimpa property atau method yang diwariskan dari class awal.

Code PHP 11:

<?php
// Membuat class awal
class class_awal {
    public $prop1 = "Property dari class_awal!";

    public function __construct() {
        echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
    }
};

// Membuat class turunan
class class_baru extends class_awal {
    public $prop1 = "Property baru dari class_baru!";

    public function __construct() {
        echo "Menjalankan __construct() dari class " . __CLASS__ . ".<br />";
    }
};

// Membuat object dari class turunan
$object_baru = new class_baru;

// Menampilkan property $prop1
echo $object_baru->prop1;
?>

Hasil code PHP 11:

Menjalankan __construct() dari class class_baru.
Property baru dari class_baru!

Berikut ini adalah penjelasan contoh di atas:

  1. Property $prop1 yang ada pada class class_awal diwariskan ke class class_baru. Secara otomatis class class_baru memiliki $prop1 yang didapatkan dari class class_awal.
  2. Class class_baru membuat property $prop1. Property $prop1 yang dibuat pada Class class_baru secara otomatis menggantikan $prop1 yang diwariskan dari class class_awal.

Proses yang terjadi pada property $prop1 juga terjadi pada method __construct() di atas.

parent keyword

Code parent keyword digunakan di dalam class turunan dan berguna untuk memanggil method yang ada pada parent class atau class awal.

Syntax

parent::nama_method()

Scope Resolution Operator [::] menunjukkan class dan method yang diakses.

Code parent pada syntax di atas artinya merujuk kepada nama parent class atau nama class awal.

Perhatikan contoh berikut ini:

Code PHP 12:

<?php
// Membuat class awal
class class_awal {
    public function __construct() {
        echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
    }
};

// Membuat class turunan
class class_baru extends class_awal {
    public function __construct() {
        echo parent::__construct();
        echo "Menjalankan __construct() dari class " . __CLASS__ . ".<br />";
    }
};

// Membuat object dari class turunan
$object_baru = new class_baru;
?>

Hasil code PHP 12:

Code class class_awal dijalankan!
Menjalankan __construct() dari class class_baru.

Berikut ini adalah penjelasan contoh di atas:

Pada class class_awal kita membuat method __construct() yang berisi code berikut ini:

echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";

Setelah class class_baru dibuat, secara otomatis method __construct() yang ada di class clas_awal diwariskan ke class_baru.

Pada class class_baru kita membuat method __construct() untuk menimpa method __construct() yang diwariskan oleh class class_awal.

Pada method __construct() di class class_baru ada code yang menggunakan parent keyword sebagai berikut:

echo parent::__construct();

Code di atas artinya memanggil method __construct() yang ada di parent class yaitu class_awal. Jadi semua code yang ada di method __construct() class class_awal akan dicopy ke dalam method __construct() class class_baru sehinggga method __construct() class class_baru memiliki dua baris code sebagai berikut:

echo "Code class " . __CLASS__ . " dijalankan!<br />";
echo "Menjalankan __construct() dari class " . __CLASS__ . ".<br />";

Menggunakan visibility keyword

Ada tiga buah visibility keyword yaitu public, protected, dan private.

Visibility keyword baru ada di PHP versi 5.

public keyword

Property dan method yang menggunakan public keyword bisa digunakan dimana saja.

protected keyword

Property dan method yang menggunakan protected keyword bisa digunakan di dalam class itu sendiri dan class turunannya.

Code PHP 13:

<?php
// Membuat class
class class_awal {
    protected $prop1 = "Property dari class_awal!";
};

// Membuat object
$object_baru = new class_awal;

// Menampilkan property $prop1
echo $object_baru->prop1;
?>

Hasil code PHP 13:

Fatal error: Cannot access protected property class_awal::$prop1 in folder\tes.php on line 11

Pada code di atas kita membuat sebuah property $prop1 di dalam class class_awal dengan protected keyword. Kemudian $prop1 diakses dari luar class class_awal yang menyebabkan fatal error.

Code PHP 14:

<?php
// Membuat class awal
class class_awal {
    protected $prop1 = "Property dari class_awal!";
};

// Membuat class turunan
class class_baru extends class_awal {
    public function get_property() {
        return $this->prop1 . "<br />";
    }
};

// Membuat object dari class turunan
$object_baru = new class_baru;

// Menjalankan method get_property()
echo $object_baru->get_property();
?>

Hasil code PHP 14:

Property dari class_awal!

Pada code di atas kita membuat sebuah property $prop1 di dalam class class_awal dengan protected keyword. Karena $prop1 memiliki protected keyword maka $prop1 masih bisa diakses pada class turunan.

private keywword

Property dan method yang menggunakan private keyword hanya bisa digunakan di dalam class itu sendiri.

Code PHP 15:

<?php
// Membuat class awal
class class_awal {
    private $prop1 = "Property dari class_awal!";
};

// Membuat class turunan
class class_baru extends class_awal {
    public function get_property() {
        return $this->prop1 . "<br />";
    }
};

// Membuat object dari class turunan
$object_baru = new class_baru;

// Menjalankan method get_property()
echo $object_baru->get_property();
?>

Hasil code PHP 15:

Notice: Undefined property: class_baru::$prop1 in folder\tesb.php on line 11

Pada code di atas kita membuat sebuah property $prop1 di dalam class class_awal dengan private keyword. Karena $prop1 memiliki private keyword maka $prop1 tidak bisa diakses pada class turunan yang menyebabkan error.

static keyword

Property dan method yang menggunakan static keyword bisa diakses secara langsung tanpa perlu membuat object terlebih dahulu.

Code PHP 16:

<?php
// Membuat class awal
class class_awal {
    public static $prop1 = "Property dari class_awal!";
};

// Mengakses static property
echo class_awal::$prop1;
?>

Hasil code PHP 16:

Property dari class_awal!

Pada contoh di atas kita mengakses property $prop1 tanpa membuat object terlebih dahulu.

Gunakan syntax berikut ini untuk mengakses static property atau static method:

Syntax

nama_class::$nama_static_property

nama_class::nama_static_method()

Scope Resolution Operator [::] menunjukkan class dan static property atau static method yang diakses.

Bila static property atau static method diakses dari luar class maka kamu bisa menggunakan syntax di atas. Namun bila kamu mengakses static property atau static method dari dalam class maka kamu bisa mengganti code nama_class menjadi self:

Syntax

self::$nama_static_property

self::nama_static_method()

Code self artinya merujuk kepada nama class yang sedang digunakan. Code self hanya berguna untuk static property dan static method.

Perhatikan contoh berikut ini:

Code PHP 17:

<?php
class class_awal {
    public static $prop1 = "Property dari class_awal!";

    public static function func1() {
        echo self::$prop1;
    }
};

echo class_awal::func1();
?>

Hasil code PHP 17:

Property dari class_awal!

Pada contoh di atas kita mengakses static property $prop1 dari dalam class.

Static property tidak bisa diakses menggunakan syntax $nama_object->nama_property.

Code PHP 18:

<?php
class class_awal {
    public static $prop1 = "Property dari class_awal!";
};

$object_awal = new class_awal;

echo $object_awal->prop1;
?>

Hasil code PHP 18:

Notice: Undefined property: class_awal::$prop1 in folder\tes.php on line 8

Contoh di atas menunjukkan bahwa syntax $nama_object->nama_property tidak bisa digunakan untuk mengakses static property.

Code parent keyword bisa digunakan untuk memanggil method dengan atau tanpa static keyword.

Code PHP 19:

<?php
// Membuat class awal
class class_awal {
    public static $prop1 = "Property dari class_awal!";

    public static function func1() {
        echo self::$prop1 . "<br />";
    }
};

// Membuat class turunan
class class_baru extends class_awal {
    public static function func1() {
        parent::func1();
        echo "Menjalankan func1() dari class " . __CLASS__ . ".<br />";
    }
};

echo class_baru::func1();
?>

Hasil code PHP 19:

Property dari class_awal!
Menjalankan func1() dari class class_baru.

Pada code di atas kita menggunakan parent keyword untuk memanggil static method.

DocBlock

DocBlock adalah salah satu jenis comment yang khusus digunakan untuk class.

Manfaat menggunakan DocBlock adalah supaya code class yang ada bisa langsung dimengerti oleh orang lain yang melihatnya.

Syntax

/**
 * Keterangan mengenai class disini
 */

Salah satu ciri DocBlock comment adalah ada tambahan symbol [*] di depan baris setiap comment.

Aturan lainnya dalam DocBlock comment adalah penggunaan tag. Berikut ini adalah beberapa tag yang bisa digunakan:

  • @author: Berisi keterangan mengenai author atau penulis class. Boleh berisi lebih dari satu author. Format: bang juju <bangjuju@email.com>.
  • @copyright: Berisi tahun copyright nama pemilik copyright. Format: 2015 bangjuju.com.
  • @license: Berisi link yang menuju document ijin penggunaan class (license). Format: http://www.contoh.com/path/license.txt nama license.
  • @var: Berisi penjelasan mengenai variable atau property. Format: jenis data penjelasan
  • @param: Berisi penjelasan mengenai parameter. Format: jenis data penjelasan.
  • @return: Berisi penjelasan return value. Format: jenis data penjelasan.

Code PHP 20:

<?php

/**
 * Class sederhana
 *
 * Tulis penjelasan mengenai class disini.
 * Penjelasan boleh panjang atau pendek.
 * Walaupun penjelasan panjang tidak diperlukan,
 * setidaknya tulislah penjelasan sederhana disini.
 *
 * Penjelasan boleh lebih dari satu paragraph
 * jika diperlukan.
 *
 * @author bang juju <bangjuju@email.com>
 * @copyright 2015 bangjuju.com
 * @license http://www.php.net/license/3_01.txt PHP License 3.01
 */
class class_sederhana {
    /**
     * public variable
     *
     * @var Untuk menyimpan data
     */
    public $simpan;

    /**
     * Masukkan value untuk $simpan saat membuat object
     *
     * @param string $val Harus memasukkan value string
     * @return kosong
     */
    public function __construct($val) {
        $this->simpan = $val;
    }

    /**
     * Perkalian dua buah integer
     *
     * Menerima dua buah integer yang menghasilkan sebuah integer
     *
     *
     * @param int $satu angka yang ingin dikalikan
     * @param int $dua angka yang ingin dikalikan
     * @return int Hasil perkalian dua buah integer
     */
    public function perkalian($satu, $dua) {
        return $satu * $dua;
    }
};
?>

Catatan

Tidak ada benar dan salah dalam style menulis script. Namun menggunakan object bisa memberikan beberapa keunggulan dibandingkan menggunakan code biasa seperti function dan array.

Beberapa keuntuntungan tersebut adalah object dapat membuat script lebih sederhana jika digunakan dengan baik. Selain itu object bisa membuat code lebih terorganisir, rapi dan lebih mudah dirawat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>