switch Statement JavaScript

Penjelasan switch statement

switch statement berguna untuk menjalankan sekumpulan statement yang terpilih berdasarkan case.

Syntax

switch(expression) {
  case n1:
    code block 1;
    break;
  case n2:
    code block 2;
    break;
  case n3:
    code block 3;
    break;
  default:
    default code block;
};

Berikut ini adalah penjelasan cara kerja switch statement:

[expression] akan dicocokkan dengan [n1, n2, atau seterusnya]. Bila ada yang cocok maka [code block] pada [n] yang cocok akan dieksekusi.

Misalkan saja: [expression] cocok dengan [n2], maka [code block 2] akan dieksekusi.

Jika tidak ada [case] yang cocok dengan [expression] maka [default code block] yang akan dieksekusi.

Contoh switch statement

Berikut ini adalah contoh switch statement dengan dua case:

Code JavaScript 1:

<script>
var zona_waktu;

switch ("Makassar") {
  case "Medan":
    zona_waktu = "WIB";
    break;
  case "Makassar":
    zona_waktu = "WITA";
};

document.write(zona_waktu);
</script>

Hasil code JavaScript 1:

WITA

Berikut ini adalah contoh switch statement dengan lima case:

Code JavaScript 2:

<script>
switch ("Jawa Barat") {
  case "Sumatera Barat":
    document.write("Padang");
    break;
  case "Jawa Barat":
    document.write("Bandung");
    break;
  case "Jawa Tengah":
    document.write("Semarang");
    break;
  case "Jawa Timur":
    document.write("Surabaya");
    break;
case "Bali":
    document.write("Denpasar");
};
</script>

Hasil code JavaScript 2:

Bandung

break keyword

break keyword berguna untuk keluar dari sebuah loop atau switch.

switch statement bekerja mulai dari mengevaluasi [expression], kemudian mencari [case] yang cocok dengan [expression]. Bila ada [case] yang cocok maka [code block] pada [case] tersebut dieksekusi.

Tetapi setelah sampai pada [break] keyword, switch statement akan berhenti beroperasi.

break keyword ini berguna supaya switch statement tidak terus-terusan melakukan loop dan evaluasi berulang-ulang mencari case yang cocok setelah case yang cocok didapatkan.

Catatan

  • Bila switch statement tidak menggunakan default keyword maka case statement paling terakhir tidak memerlukan break keyword.
  • Bila switch statement menggunakan default keyword yang ditulis paling terakhir maka default keyword tersebut tidak memerlukan break keyword.

default keyword

Jika tidak ada case yang cocok maka code block pada default keyword yang dieksekusi.

Code JavaScript 3:

<script>
switch ("Jawa Tengah") {
  case "Sumatera Barat":
    document.write("Padang");
    break;
  case "Bali":
    document.write("Denpasar");
    break;
  default:
    document.write("Ibu Kota tidak diketahui");
};
</script>

Hasil code JavaScript 3:

Ibu Kota tidak diketahui

default keyword tidak harus ditempatkan pada bagian paling akhir switch statement, bisa dimana saja.

Namun bila default keyword tidak ditempatkan pada bagian paling akhir maka default keyword tersebut harus dilengkapi dengan break keyword.

Sedangkan bila case yang ditulis paling akhir maka case tersebut tidak perlu menggunakan break keyword. Lihat contoh berikut:

Code JavaScript 4:

<script>
switch ("Jawa Tengah") {
  case "Sumatera Barat":
    document.write("Padang");
    break;
  default:
    document.write("Ibu Kota tidak diketahui");
    break;
  case "Bali":
    document.write("Denpasar");
};
</script>

Hasil code JavaScript 4:

Ibu Kota tidak diketahui

Menggabung code block

Jika ada dua buah atau lebih code block yang sama maka penulisan switch statement bisa lebih disingkat.

Perhatikan dua buah code case dengan code block yang sama di bawah ini:

switch ("Padang") {
  case "Medan":
    zona_waktu = "WIB";
    break;
  case "Padang":
    zona_waktu = "WIB";
};

Code switch statement di atas bisa ditulis lebih singkat seperti di bawah ini:

switch ("Padang") {
  case "Medan":
  case "Padang":
    zona_waktu = "WIB";
    break;
};

Code block pada case juga bisa digabung dengan code block pada default jika code block tersebut sama:

switch ("Padang") {
  case "Medan":
  case "Padang":
  default:
    zona_waktu = "WIB";
    break;
};

Berikut ini adalah contoh switch statement dengan beberapa code block yang digabung:

Code JavaScript 5:

<script>
var zona_waktu;

switch ("Wamena") {
  case "Medan":
  case "Padang":
  case "Palembang":
  default:
    zona_waktu = "WIB";
    break;
  case "Makassar":
  case "Kendari":
    zona_waktu = "WITA";
    break;
  case "Biak":
  case "Wamena":
    zona_waktu = "WIT";
};

document.write(zona_waktu);
</script>

Hasil code JavaScript 5:

WIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>