Variable PHP

Variable berfungsi untuk menyimpan sebuah informasi sehingga bisa digunakan untuk proses berikutnya. Informasi tersebut dinamakan value.

Syntax

$variable = Value;

Membuat variable

Untuk membuat sebuah variable, tambahkan symbol dolar $ sebelum nama variable dan masukkan sebuah value ke dalam variable tersebut. Lihat contoh di bawah ini:

Code PHP 1:

<?php
$salam = "Selamat pagi!";
$nomor_pertama = 13;
$nomor_kedua = 26;
?>

Setelah code di atas dijalankan, secara otomatis ada tiga variable yang terbentuk.

Variable [$salam] menyimpan sebuah value berupa string [Selamat pagi!], variable [$nomor_pertama] menyimpan sebuah value berupa angka [13], variable [$nomor_kedua] menyimpan sebuah value berupa angka [26].

Value berupa text atau string harus ditempatkan di antara double quote ["string"].

Biasanya pada bahasa pemrograman, sebuah variable harus dibuat terlebih dahulu sebelum digunakan. Proses membuat variable ini disebut sebagai declare variable.

Selain untuk membuat variable, proses declare variable berguna untuk menentukan jenis data apa yang akan disimpan pada variable yang akan dibuat.

Perbedaan PHP dengan bahasa pemrograman lainnya (C, C++, Java) adalah variable pada PHP tidak perlu melalui proses declare variable.

Variable pada PHP secara otomatis terbentuk ketika kamu menyimpan sebuah value ke dalam variable tersebut dan secara otomatis PHP akan mengetahui jenis data apa yang dimiliki oleh variable tersebut.

Penamaan variable

Berikut ini adalah beberapa aturan dalam penamaan variable:

  1. Sebuah variable harus diawali dengan symbol $.
  2. Nama variable harus dimulai dengan huruf (A-z) atau garis bawah _.
  3. Nama variable hanya bisa disusun dari huruf besar (A-Z), huruf kecil (a-z), angka (0-9), atau garis bawah _.
  4. Huruf besar dan kecil tidaklah sama dalam penamaan variable ($makanan dan $MAKANAN adalah dua buah variable yang berbeda).

Ada tiga jenis style penamaan variable bila nama yang digunakan lebih dari satu kata, yaitu:

  • lower_case (menggabungkan dua kata yang disusun dari huruf kecil semua dengan garis bawah).
  • PascalCase (huruf pertama dari kata pertama dan kedua adalah huruf besar).
  • camelCase (huruf pertama dari kata pertama adalah huruf kecil dan huruf pertama dari kata kedua adalah huruf besar)

Pada umumnya develover menggunakan [lower_case] untuk menamakan variable dan function, [PascalCase] untuk menamakan class dan [camelCase] untuk menamakan property dan method.

Menampilkan value

Untuk menampilkan value dari sebuah variable, kita bisa menggunakan code [echo].

Berikut ini adalah contoh penggunaan code [echo] untuk menampilkan value dari sebuah variable:

Code PHP 2:

<?php
$salam = "Selamat Pagi!";
echo $salam;
?>

Hasil code PHP 2:

Selamat Pagi!

Scope

Setiap variable memiliki scope tersendiri. Scope adalah bagian pada code yang bisa digunakan oleh variable.

Variable pada PHP memiliki dua jenis scope, yaitu:

  • local
  • global

Global scope

Sebuah variable yang dibuat atau di[declare] di luar sebuah function memiliki Global scope. Variable jenis ini hanya bisa digunakan di luar function.

Code PHP 3:

<?php
$a = 3;

function contoh() {
    echo "<p>Variable a di dalam function yaitu: $a</p>";
};

contoh();
echo "<p>Variable a di luar function yaitu: $a</p>";
?>

Hasil code PHP 3:

Notice: Undefined variable: a in folder_path\tes.php on line 5

Variable a di dalam function yaitu:

Variable a di luar function yaitu: 3

Pada contoh di atas, variable $a memiliki global scope karena dibuat di luar function.

Error terjadi karena variable $a digunakan di dalam function.

Local scope

Sebuah variable yang dibuat atau di[declare] di dalam sebuah function memiliki Local scope. Variable jenis ini hanya bisa digunakan di dalam function tersebut.

Code PHP 4:

<?php
function contoh() {
    $a = 3;
    echo "<p>Variable a di dalam function yaitu: $a</p>";
};

contoh();
echo "<p>Variable a di luar function yaitu: $a</p>";
?>

Hasil code PHP 4:

Variable a di dalam function yaitu: 3

Notice: Undefined variable: a in folder_path\tes.php on line 8

Variable a di luar function yaitu:

Pada contoh di atas, variable $a memiliki local scope karena dibuat di dalam function.

Error terjadi karena variable $a digunakan di luar function.

Catatan

Dengan local scope maka kamu bisa menggunakan nama variable yang sama pada function yang berbeda.

Global keyword

Untuk bisa menggunakan variable dengan Global scope di dalam sebuah function, kamu bisa menggunakan code global keyword. Tambahkan kata [global] sebelum variable yang ingin digunakan:

Code JavaScript 5:

<?php
$a = 2;
$b = 3;

function contoh() {
    global $a, $b, $c;
    $c = $a + $b;
};

contoh();

echo $c;
?>

Hasil code JavaScript 5:

5

Selain menggunakan global keyword, kita juga bisa menggunakan global array untuk bisa mengakses variable dengan global scope di dalam sebuah function.

Semua variable dengan global scope akan disimpan dalam sebuah array yang bernama $GLOBAL[index]. Kata index pada code tersebut merupakan nama dari variable yang ingin diakses.

Berikut ini adalah contoh yang sama seperti di atas, namun menggunakan code global array:

Code PHP 6:

<?php
$a = 2;
$b = 3;

function contoh() {
    $GLOBALS['c'] = $GLOBALS['a'] + $GLOBALS['b'];
};

contoh();

echo $c;
?>

Hasil code PHP 6:

5

Static keyword

Variable dengan Local scope normalnya hanya bisa digunakan di dalam sebuah function.

Untuk bisa menggunakan kembali variable dengan local scope yang pernah digunakan di dalam sebuah function, kamu bisa menggunakan static keyword.

Code PHP 7:

<?php
function contoh() {
    static $a = 0;
    echo $a;
    $a++;
};

contoh();
contoh();
contoh();
?>

Hasil code PHP 7:

012

Dengan cara di atas maka variable [$a] yang berupa local sope bisa digunakan berulang kali di luar function.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>